NU Struktural VS NU Kultural
Nu Struktural VS NU Kultural atau NU Jamaah VS NU
Jam’iyah adalah judul yang saya pilih dalam artikel ini, bukan bermaksud NU
Struktural dan NU kultural itu adalah musuh atau lawan itu tidak, namun disini
saya melihat bahwa antara NU Kultural dan NU Struktural itu adalah dua pasangan
yang serasi dan keduanya harus selalu bersinergi, karena kedua-duanya adalah
merupakan kekuatan, tanpa salah satunya maka akan rapuh dan mudah sekali cerai
berai dan rusak oleh pengaruh beberapa lawan NU.
NU struktural adalah jam’iyah atau organisasi
nahdlotul ulama sebagai motor atau penggerak jalannya sebuah organisasi, sebuah
organisasi dinyatakan sebagai sebuah organisasi yang eksis apabila mempunyai
ruh dan jihad untuk mewujudkan cita-cita yang tinggi yang telah disepakati
bersama. Nah mengenai tujuan NU ini pada umumnya masyarakat tidak tahu apa
tujuan daripada NU tersebut bukan merupakan suatu hal yang mustahil karena,
pertama dangkalnya pengetahuan terhadap NU itu sendiri, mungkin belum pernah
mendapatkan ilmu tentang Aswaja dan NU, kedua tidak mudah mendapatkan
pengetahuan dan ilmu tentang NU ini, ketiga waktu dahulu sekolah tidak
mendapatkan pelajaran ke-NU-an, sehinga sangat wajar sekali kalau kemudian
seseorang diajak bergerak untuk menghidup-hidupkan itu menjadi sebuah
kesulitan, bahkan mungkin seseorang mendapatkan undangan dengan cop surat
tertulis Nahdlotul Ulama maka menjadi bertanya-tanya.
NU Kultural atau NU Jamaah adalah kelompok atau
golongan yang mendapat warisan NU dari orang tuanya dari masyarakat atau dari
ajaran orang-orang terdahulu, lebih mudahnya NU Jamaah adalah orang atau
kelompok orang yang mewarisi dan mengamalkan tradisi-tradisi ajaran ahlussunnah
wal jama’ah.
Nah NU semacam ini yang sedang berkembang di
masyarakat, jadi masyarakat dan orang-orang banyak yang tidak tahu dasar-dasar
ajaran tersebut akan tetapi tetap teguh mengamalkan tradisi dan ajaran-ajaran
nahdlotul ulama. Kurang paham terhadap NU dan Pemahaman semacam ini semacam ini
yang barangkali menjadi PR bersama dalam
meningkatkan Jam’iyah Nahdlotul Ulama.

No comments:
Post a Comment