Wednesday, 16 September 2015

Memahami Kebutuhan Siswa

Memahami kebutuhan siswa
Siswa berangkat ke sekolah bukan sekedar belajar, tapi disamping itu siswa pergi ke sekolah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, diantaranya kebutuhan biologis terdiri dari makan, minum, istirahat, tidur, buang air kecil atau buang air besar (bab), kebutuhan pendidikan atau belajar itu sendiri, kebutuhan mengembangkan potensi diri dan prestasi serta kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa. Selian itu diantra kebutuhan siswa adlaha kebutuhan akan kasih saying dan diakui posisinya atau keberadaanya sebagai seorang anak didik atau siswa,
Jika sekolah mau maju maka sekolah tersebut harus mampu mengatur antara kebutuhan-kebutuhan tersebut sehingga anak akan berkembang secara maksimal baik potensi lahir maupun potensi mental yang dimiliki. 
Guru harus memahami beberapa kebutuhan-kebutuhan siuswa tersebut dengan tidak melupakan kebutuhan yang lebih penting yaitu belajar. Kebutuhan siswa sangat kompleks dalam belajar oleh karena itu sekolah harus bisa memberikan akses dan mengakomodasi dari beberapa kebutuhan-kebutuhan siswa tersebut.
Sekolah adalah tempat berlindung, tempat bermain, tempat bersosialilsasi dengan teman-temanya sebaya baik laki-laki maupun perempuan,
Guru mempunyai kewajiban mengawasi atas kegiatan-kegiatan siswa tersebut dengan sambil mengarahkanya ke hal-hal yang lebih baik sehingga anak dikemudian hari menjadi anak yang dewasa utuh dan menjadi diri sendiri serta bertanggung jawab, bukankah tujuan belajar dan pendidikan kepada siswa dan siswi untuk hal tersebut ?.
Pendidikan dimasa modern sekarang ini akan lebih kompleks dengan melihat kenyataan-kenyayaan bahwa kebutuhan anak sekarang juga sudah semakin kompleks seperti itu. Anak membutuhkan apa yang dicarinya itu ketemu sehingga dalam proses pencarian jati diri tersebut, anak betul-betul menemukan jati dirinya dengan sempurna, hal yang penting disini adalah peran dan pengarahan baik dari dari orang tua, guru, wali siswa, wali kelas, guru BP/BK, guru pembimbing dan semua yang terlibat didalam pendidikan harus ikut campur tangan denga  keadaan siswa tersebut.
Pendidikan yang mampu menampung seperti ini adalah pondok pesantren yang dikelola secara integral antara pendidikan umum dan pendidikan agama, dimana guru-gurunya juga dari lulusan pondok-pesantren itu.

No comments:

Post a Comment