Memahami kebutuhan siswa
Siswa berangkat ke sekolah bukan sekedar belajar, tapi
disamping itu siswa pergi ke sekolah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,
diantaranya kebutuhan biologis terdiri dari makan, minum, istirahat, tidur,
buang air kecil atau buang air besar (bab), kebutuhan pendidikan atau belajar
itu sendiri, kebutuhan mengembangkan potensi diri dan prestasi serta
kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa. Selian itu diantra kebutuhan siswa
adlaha kebutuhan akan kasih saying dan diakui posisinya atau keberadaanya
sebagai seorang anak didik atau siswa,
Jika sekolah mau maju maka sekolah tersebut harus mampu
mengatur antara kebutuhan-kebutuhan tersebut sehingga anak akan berkembang
secara maksimal baik potensi lahir maupun potensi mental yang dimiliki.
Guru harus memahami beberapa kebutuhan-kebutuhan siuswa
tersebut dengan tidak melupakan kebutuhan yang lebih penting yaitu belajar.
Kebutuhan siswa sangat kompleks dalam belajar oleh karena itu sekolah harus
bisa memberikan akses dan mengakomodasi dari beberapa kebutuhan-kebutuhan siswa
tersebut.
Sekolah adalah tempat berlindung, tempat bermain, tempat
bersosialilsasi dengan teman-temanya sebaya baik laki-laki maupun perempuan,
Guru mempunyai kewajiban mengawasi atas kegiatan-kegiatan
siswa tersebut dengan sambil mengarahkanya ke hal-hal yang lebih baik sehingga
anak dikemudian hari menjadi anak yang dewasa utuh dan menjadi diri sendiri
serta bertanggung jawab, bukankah tujuan belajar dan pendidikan kepada siswa
dan siswi untuk hal tersebut ?.
Pendidikan dimasa modern sekarang ini akan lebih kompleks
dengan melihat kenyataan-kenyayaan bahwa kebutuhan anak sekarang juga sudah
semakin kompleks seperti itu. Anak membutuhkan apa yang dicarinya itu ketemu
sehingga dalam proses pencarian jati diri tersebut, anak betul-betul menemukan
jati dirinya dengan sempurna, hal yang penting disini adalah peran dan pengarahan
baik dari dari orang tua, guru, wali siswa, wali kelas, guru BP/BK, guru
pembimbing dan semua yang terlibat didalam pendidikan harus ikut campur tangan
denga keadaan siswa tersebut.
Pendidikan yang mampu menampung seperti ini
adalah pondok pesantren yang dikelola secara integral antara pendidikan umum
dan pendidikan agama, dimana guru-gurunya juga dari lulusan pondok-pesantren
itu.

No comments:
Post a Comment