Tuesday, 20 October 2015

Memahami kebutuhan anak

Anak tidak ubahnya seperti orang tua yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Setiap keberadaannya pasti ingin diperhatikan semakin banyak diperhatikan maka anak akan semakin luluh dan tunduk kepada orang yang memberikan perhatian, tinggal mau kemana anak tersebut akan diarahkan. Tapi untuk membuat anak patuh dan tunduk tentu tidak semudah orang bicara, ini membutuhkan kesabaran dan ketelatenan yang dilakukan secara terus menerus atau istiqomah, nah hal yang belakang inilah yang menjadi sangat sulit untuk kita lakukan entah sebagai guru maupun orang tua, bagaimana hal-hal yang baik tersebut kita lakukan semantara anaknya sendiri sering sulit diatur.
Inilah merupakan tantangan para guru dan juga tantangan orang tua dalam mendidik anaknya. Dimana posisi orang tua harus selalu mengikuti arah dan pola pikir anak yang anak tersebut dalam hubungan komunikasi dan sosialisasi sudah sedemikian kompleks sehingga orang tua maupun guru tidak bisa memberikan pegawasan yang serius terhadap sianak tersebut.
Di kehidupan sekarang ini anak sudah sangat banyak mengakses semua kehidupan baik dari internet, tayangan dan siaran televisi sudah menyajikan banyak hal yang secara generalisasi sehingga anak tidak ada pengawasan dan pembagian waktu kapan dia belajar, kapan dia menonton TV dan kapan dia harus taat dan patuh kepada orang tua, serta anak harus mampu menempatkan pada posisinya.
Demikian sekelumit gambaran sedikit terimakasih.

Sunday, 20 September 2015

NU Struktural NU Kultural


NU Struktural VS NU Kultural
Nu Struktural VS NU Kultural atau NU Jamaah VS NU Jam’iyah adalah judul yang saya pilih dalam artikel ini, bukan bermaksud NU Struktural dan NU kultural itu adalah musuh atau lawan itu tidak, namun disini saya melihat bahwa antara NU Kultural dan NU Struktural itu adalah dua pasangan yang serasi dan keduanya harus selalu bersinergi, karena kedua-duanya adalah merupakan kekuatan, tanpa salah satunya maka akan rapuh dan mudah sekali cerai berai dan rusak oleh pengaruh beberapa lawan NU.
NU struktural adalah jam’iyah atau organisasi nahdlotul ulama sebagai motor atau penggerak jalannya sebuah organisasi, sebuah organisasi dinyatakan sebagai sebuah organisasi yang eksis apabila mempunyai ruh dan jihad untuk mewujudkan cita-cita yang tinggi yang telah disepakati bersama. Nah mengenai tujuan NU ini pada umumnya masyarakat tidak tahu apa tujuan daripada NU tersebut bukan merupakan suatu hal yang mustahil karena, pertama dangkalnya pengetahuan terhadap NU itu sendiri, mungkin belum pernah mendapatkan ilmu tentang Aswaja dan NU, kedua tidak mudah mendapatkan pengetahuan dan ilmu tentang NU ini, ketiga waktu dahulu sekolah tidak mendapatkan pelajaran ke-NU-an, sehinga sangat wajar sekali kalau kemudian seseorang diajak bergerak untuk menghidup-hidupkan itu menjadi sebuah kesulitan, bahkan mungkin seseorang mendapatkan undangan dengan cop surat tertulis Nahdlotul Ulama maka menjadi bertanya-tanya.
NU Kultural atau NU Jamaah adalah kelompok atau golongan yang mendapat warisan NU dari orang tuanya dari masyarakat atau dari ajaran orang-orang terdahulu, lebih mudahnya NU Jamaah adalah orang atau kelompok orang yang mewarisi dan mengamalkan tradisi-tradisi ajaran ahlussunnah wal jama’ah.
Nah NU semacam ini yang sedang berkembang di masyarakat, jadi masyarakat dan orang-orang banyak yang tidak tahu dasar-dasar ajaran tersebut akan tetapi tetap teguh mengamalkan tradisi dan ajaran-ajaran nahdlotul ulama. Kurang paham terhadap NU dan Pemahaman semacam ini semacam ini  yang barangkali menjadi PR bersama dalam meningkatkan Jam’iyah Nahdlotul Ulama.   

Saturday, 19 September 2015

Dampak Perbedaan Aliran/Paham di Masyarakat



DAMPAK PERBEDAAN ALIRAN/PAHAM DI MASYARAKAT
Dampak perbedaan paham/aliran keagamaan di masyarakat sangat terasa sekali terutama kehidupan di masyarakat desa atau kampong, dimana masyarakat banyak dan sering berkumpul sehingga sangat terasa sekali terjadinya perubahan-perubahan yang negative.
Disini saya menyampaikan bahwa ditengah kehidupan masyarakat yang sudah semakin kompleks ini dimanapun berada sangat memungkinkan sekali akan terjadinya perbedaan dan perubahan jaman, mungkin juga sudah merupakan tuntutan sehingga seseorang dalam hal ini pemahaman keagamaan seseorang harus mendalam tidak sekedar ikut-ikutan dan warisan nenek moyang dahulu atau warisan bapak dan ibu kita dalam mendidik, artinya apa sudah disampaikan, dicontohkan oleh bapak atau ibu kita tersebut harus disertai dasar pengalaman dan paham keagamaan yang mendalam sehingga tidak menimbulkan keraguan dan kebimbangan dimasyarakat.
Dampak terjadinya perbedaan paham dimasyarakat bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, dimana pada awalnya masyarakat itu mempunyai pemahaman yang satu akan tetapi setelah mengalami dan menemui berbagai perbedaan-perbedaan entah melalui media atau perantara secara langsung dari pengalaman-pengalaman seseorang yang sudah tahu, yang kalau kita sebutkan diantara perbedaan pemahaman yang ada dimasyarakat sebagai contoh perkembangnya aliran MTA, maraknya paham wahabiyah di Indonesia, darul hadits, dan lain-lain yang mereka semuanya ingin menampakkan eksistensinya sehingga semakin jelas terjadinya perbedaan tersebut.
Pertama orang yang berbeda paham sangat mudah sekali tersinggung, kedua semakin renggang tali persaudaraan, ketiga terjadinya saling curiga antara satu dengan lainya, keempat semakin tidak harmonis dalam kehidupan masyarakat, kelima  terjadinya kelompok-kelompok yang kelompok-kelompok tersebut sedikit demi sedikit semakin menjauhkannya dalam kehidupan. Semakin parahnya terjadinya perbedaan paham tersebut sehingga semakin mudah terjadinya disintegrasi bangsa.       
Perbedaan paham adalah perbedaan pemikiran seseorang yang terjadi dimasyarakat berdampak kepada semakin rapuhnya ideology bangsa dan Negara Indonesia. Dan juga semakin sedikit menipisnya  pemahaman terhadap ideology bangsa dan Negara Indonesia, hal ini karena dimasyarakat tidak ada pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman tentang Ideologi Pancasila. Jadi pemahaman mereka terhadap ideology hanya pemahaman dan pengalaman serta pengetahuan yang telah ia dapatkan dibangku sekolah jaman dahulu.
Maka dari itu disinilah pentingnya semakin meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang aliran/paham yang sudah dimiliki seseorang bagi masyarakat, agar tidak terjadi dispemahaman atau pemahaman yang keliru. Demikianlah beberapa efek dan dampak perbedaan pemahaman yang dapat saya sampaikan semoga bisa menjadi tambahan bacaan dan pemahaman bagi masyarakat.

Selamat Ulang Tahun Maarif yang ke 56

Diusianya yang ke 56 adalah merupakan usia yang sudah lanjut, keberadaan Ma'arif di dunia pendidikan telah mengisi kekosongan arah masa depan bangsa di tengah hiruk pikuknya peradaban pendidikan yang saling bersaing antara satu dengan yang lain dengan menampilkan jatidiri dan ciri khas masing-masing.
Ma'arif merupakan wadah pendidikan bagi warga Nahdliyin yang mempunyai afiliasi yang berbeda dengan lainya. khususnya warga Nahdliyin yang notabene berada di wilayah pinggiran, yang orang tua merasa kesulitan menyekolahkan anak-anaknya.
Bukan berarti bahwa sekolah di Ma'arif ada sekolah pinggiran tidak, akan tetapi kontribusi Ma'arif di dunia pendidikan cukup berarti dan bahkan kita lihat perkembangan pendidikan di masa modern ini juga mulai menggeliat memperlihatkan eksistensinya.  
Dilihat dari pergerakan perkembangan kemajuanya ma'arif telah mampu bersaing dengan sekolah-sekolah yang lain, baik dengan saudara kandungnya yaitu Muhammadiyah maupun dengan sekolah-sekolah negeri, belum lagi sekolah yang tidak mengatasnamakan ma'arif akan tetapi berafiliasi dengan Nahdlotul Ulama' maka sangat memungkin akan kebersaingnya kembali di dunia pendidikan.
Oleh karena itu tidaklah perlu kita rendah diri melihat eksistensi kehidupan pendidikan ma'arif sekarang ini, tentunya kebersaingan didunia pendidikan dengan saingan yang sehat dan sportif, tidak lupa kami sebagai guru di Ma'arif ikut bangga telah menorehkan hasil yang cukup signifikan dan ikut mengucapkan selamat dirgahayu Ma'arif ke 56 semoga tetap jaya.

Wednesday, 16 September 2015

Kulit Pisang bertuliskan nama orang yang mau makan


Kejadian aneh dimana kulit pisang tidak sengaja bertuliskan nama seseorang, ini merupakan kenyataan yang luar biasa, kejadian ini terjadi ketika tidak sengaja seorang ibu akan mensuapi anaknya yang masih kecil berumur kurang lebih 2 tahun.
Kejadian ini kulit pisang bertuliskan nama orang terjadi di Dusun Gejiwan Desa Krasak Kecamatan Salaman Magelang.
Pada saat liburan lebaran tahun 1436 H ketika anak sedang berkumpul di rumah bersama dengan ayahnya.
Menyaksikan hal tersebut sang ayah langsung terkagum-kagum kenapa bisa ada nama seseorang berada di kulit pisang.

Bahagia bagi K2 hari ini diberitakan di Suara Merdeka

Hari ini suara merdeka memberitakan tentang Tenaga Honorer khusnya K2 yang telah menanti pemberitaanya namun belum kunjung jelas keberadaanya.
Kabar gembira tersebut bukan hanya mereka yang sudah bekarja sebagai guru akan tetapi mereka yang telah lama mengabdi di Madrasah yang berada dibawah naungan Kementerian Agama ikut bahagia karena paling tidak ikut juga punya harapan kedepan yang lebih jelas.
Bahagia itu setelah menunggu cukup lama dan sekarang mendapat angin segara dari pemerintah agar kedepan para tenaga honorer dan guru-guru di Madrasah ikut diperhatikan pemerintah..

Sekelumit Riwayat Hidup Gus Dur

BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang Masalah
Keluarga Abdurrahman "Addakhil". Demikian nama lengkapnya secara leksikal. "addakhil" berarti "Sang Penakluk", sebuah nama yang diambil dari ayahnya (Wakhid Hasyim). Belakangan kata "Addakhil" tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid" menjadi Abdurrahman Wahid dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak Kyai yang berarti "Abang" aatu "Mas".
Gus Dura tau Abdurrahman Wahid adalah putra pertama dari enam bersaudara di Dennanyar, Jombang, Jawa Timur. Pada tanggal 07 september 1940, kakek dari ayahnya adalah KH. Hasyim 'Asy'ari, pendiri jam'iyah Nahdlotul Ulama' (NU) dan pendiri pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur.
Tentang riwayat hidup Gus Dur, belum semua masyarakat di Indonesia mengenalnya. Maka dari itu penulis berkenan untuk menjelaskan riwayat hidup Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid).
B.            Rumusan Masalah.
Berdasarkan latar belakang diatas kami merumuskan pokok permasalahan, yaitu:
1.      Bagaimana riwayat hidup Gus Dur ?
2.      Apa saja penghargaan-penghargaan yang diperoleh Gus Dur ?
C.            Tujuan Penulisan
1.      Untuk memenuhi persyaratan pengambilan raport.
2.      Untuk memenuhi persyaratan mengikuti ujian nasional di Mts Walisongo Sidowangi.
3.      Untuk mengetahui riwayat hidup Gus Dur serta penghargaan-penghargaan yang diperolehnya.
4.      Untuk menambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis dan pembaca.
D.           Metode Pengumpulan Data
1.      Observasi.
Dengan cara penulis melakukan pengamatan secara langsung ke lokasi makam Gus Dur (KH. Abdurrahman Wahid) di Jombang, Jawa Timur.
2.      Studi pustaka.
Penelitian dengan mencari data-data lewat buku-buku dan sumber tertulis yang berhubungan dengan permasalahan.
E.            Manfaat Penulisan.
Adapun manfaat dari penulisan karya tulis ini adalah :
1.      Menambah pengetahuan dan wawasan kepada pembaca dan penulis.
2.      Mengenal lebih mendalam riwayat Gus Dur dan penghargaan yang diperolehnya.
F.             Sistematika Penulisan
Sitematika karya tulis ini dapat meliputi tiga bab yaitu sebagai berikut :
Bab I meliputi :
latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penulisan, metode pengumpulan data, manfaat penulisan dan sistematika penulisan.
Bab II meliputi :
Riwayat hidup Gus Dur dan penghargaan-penghargaan yang diperolehnya.
Bab III berisi :
Kesimpulan dan saran.
Daftar Pustaka.
BAB II
PEMBAHASAN
A.           Riwayat Hidup Gus Dur.
KH. Abdurrahman Wahid akrab dipanggil Gus Dur, (lahir di Jombang, Jawa Timur, 07 sepetember 1940, meninggal di Jakarta, 30 desember 2009, pada umur 68 tahun). Beliau adalah tokoh muslim Indonesia dan pemimpin politik yang menjadi presiden Indonesia yang ke empat dari tahun 1999 hingga 2001. Beliau menggantikan presiden BJ. Habibie setelah dipilih oleh MPR hasil pemilu 1999. Penyelenggaraan pemerintahan dibantu oleh kebinet persatuan nasional. Masa keprisedenan Abdurrahman Wahid dimulai tahun 1999 dan berakhir pada siding istimewa MPR pada tahun 2001. Kepemimpinannya digantikan oleh Megawati Sukarno Putri setelah mandatnya dicabut oleh MPR. Gus Dur adalah mantan ketua Tanfidziyah (badan eksekutif) Nahdlotul Ulama' dan pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Beliau lahir di Denanyar, Jombang, Jawa Timur dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Beliau lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil. "Addakhil" berarti "Sang Penakluk". Kata "Addakhil" tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid" dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada seorang anak Kyai yang berarti "Abang" atau "Mas". Beliau adalah putra pertama dari enam bersaudara. Kakek dari ayahnya adalah KH. Hasyim 'Asy'ari, pendiri Nahdlotul Ulama'  (NU), sementara kakek dari ibunya adalah KH. Bisri Syamsuri, pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan.
Beliau secara terbuka pernah menyatakan bahwa Ia memiliki darah Tionghoa. Beliau mengaku bahwa beliau adalah keturunan dari Tan Kim dan menikah dengan Tan A Lok saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa) pendiri kesultanan Demak.
Pada tahun 1944 beliau pindah dari Jombang ke Jakarta tempat ayahnya terpilih menjadi ketua pertama Partai Majlis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).
Pada tahun 1963, beliau menerima beasiswa dari Kementerian Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar di Kairo Mesir. Beliau menikah dengan Sinta Nuriyah adan dikarunia empat anak. Alissa Qotrunnada, Zanuba Arifah Chofshoh (Yenny), Annita Hayatunnufus dan Inayyah Wulandari.
Beliau menderita banyak penyakit, sejak beliau mulai menjabat sebagai presiden. Beliau menderita ganguan penglihatan. Beberapa kali Ia mengalami serangan stroke, diabetes dan gangguan ginjal juga dideritanya. Beliau meninggal dunia pada hari rabu, 30 desember 2009, di rumah sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada pukul 18.45 akibat berbagai komplikasi penyakit tersebut, yang dideritanya sejak lama. Sebelum wafat beliau harus menjalani hemodialisis (cuci darah) rutin. Menurut Salahudin Wahid, adik beliau wafat akibat sumbatan pada arteri.
Awalnya ketika Fuad Bawazir dan Nur Mahmudi dating ke Langitan Tuban menghadap para Kyai sepuh minta merestui pencalonan Gus Dur menjadi Presiden, para Kyai bersikap curiga, waspada dan belum dapat menerima permintaan itu, demikian pula ketika Amin Rais dkk, dating ke Pesantren Buntet.
Para kyai tersebut pada dasarnya ingin Gus Dur king maker, bukan malah menjadi king (raja) itu sendiri. Tetapi karena situasi nasional sudah sangat gawat, maka pada tanggal 19 oktober 1999, kurang dari 24 jam sebelum pemilihan presiden, rapat PBNU plus mengambil keputusan "terpaksa merelakan Gus Dur menjadi presiden, karena situasi sangat gawat". Habibie, Amin Rais, Hamzah Haz dan lain-lain, tidak ada yang berani menjadi calon presiden. Justru Megawati berani tampil sebagai pesaing Gus Dur.
Menurut istilah Clifford Geertz, beliau tergolong santri dan priyayi sekaligus. Gus Dur, baik dari trah ayah maupun Ibu adalah sosok yang menempati Strata Sosial tinggi dalam masyarakat Indonesia. Beliau adalah cucu dari dua ulama terkemuka NU dan tokoh besar bangsa Indonesia. Lebih dari itu Gus Dur adalah keturunan Brawijaya IV (Lembu Peteng) lewat dua jalur, yaknin Kyai Ageng Tarub I dan Joko Tingkir. Meskipun demikian, perjalanan kehidupan Gus Dur tidak mencerinkan kehidupan seorang ningrat. Dia berproses dan hidup sebagaimana layaknya masyarakat pada umumnya.
B.            Penghargaan-penghargaan yang di Peroleh Gus Dur.
Pada tahun 1993, Gus Dur menerima Roman Mangsaysay Award, sebuah penghargaan yang cukup pretisius untuk kategori Community Leadhership.
Pada tanggal 10 maret 2004, beliau mendapat penghargaan dari Simon Wisenthal Center, sebuah yayasan yang bergerak di bidang penegakan Hak Asasi Manusia.
Gus Dur memperoleh penghargaan dari Mebal Valor yang berkantor di Los Angeles karena Wahid dinilai memiliki keberanian membela kaum minoritas, salah satunya dalam membela umat beragama Konghucu di Indonesia dalam memperoleh hak-haknya yang sempat terpasung selama era orde baru.
Beliau juga memperoleh penghargaan dari Universitas Temple. Namanya diabadikan sebagai nama kelompok studi Abdurrahman Wahid Choir Of Islamic Study.
Pada tanggal 21 Juli 2010 meskipun telah wafat beliau memperoleh life time Achievement Award dalam liputan 6 Award 2010. Penghargaan ini diserahkan langsung kepada Sinta Nuriyah, Istri Gus Dur.
Pada tanggal 11 Agustus 2006, Gadis Avivia dan Gus Dur mendapatkan Tasrif Award-Aji sebagai Pejuang Kebebasan Pers 2006.
Gus Dur juga banyak memperoleh gelar Doktor Kehormatan  (Doktor Honoris Causa) dari lembaga Pendidikan :
- Doktor Kehormatan bidang Filsafat Hukum dari Universitas Thammasat, Bangkaok Thailand. (2001).
- Doktor Kehormatan bidang Ilmu Hukum dan Politik, Ilmu Ekonomi dan Managemen dan Ilmu Humaniora dan Pantheon Universitas Sorbonne, Paris, Perancis Tahun 2000.
- Doktor kehormatan dari Universitas Chulangkorn, Bangkok, Thailand (2000).
PICT0110.jpgg3.jpeg- Dan masih banyak lagi yang lainya.





BAB III
PENUTUP
A.           Kesimpulan
Dari uraian diatas penulis menyimpulkan sebagai berikut :
1.      Abdurrahman "Addakhil" nama lengkapnya secara leksikal. Tapi nama "Addakhil" tidak cukup dikenal dan diganti nama "Wahid" menjadi Abdurrahman Wahid dan lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur.
2.      Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, 07 September 1940, wafat 30 Desember 2009.
3.      Gus Dur menjadi presiden Indonesia yang ke empat.
4.      Kakek Gus Dur bernama KH. Hasyim Asy'ari (pendiri Nahdlotul Ulama(NU) dan mendirikan Pesantren Tebuireng, di Jombang, Jawa Timur).
   
B.            Saran
1.      Saya berharap pembaca dapat mengetahui dan mengenal lebih dalam riwayat hidup dan penghargaan-penghargaan yang diperolehnya.
2.      Saya berharap pembaca bisa memahaminya dan tidak kecewa, terimakasih.




DAFTAR PUSTAKA

Muzadi, Abdul Muchith.2006. "NU dalam Perspektif Sejarah dan Ajaran". Surabaya : Khalista.
Amroji dan Nur Zahid.2009. "Ke-NU-an SMP/MTs Kelas VII". Semarang : Pimpinan Wilayah Lembaga Pedidikan Ma'arif NU.

www.gusdur.net