Anak sejak awal lahir sudah mempunyai kelebihan-kelebihan khusus yang tidak dipunyai oleh anak yang lainya. Hal ini yang kemudian orang tua disuruh untuk mengarahkan, membimbing, dan mengantarka anak tersebut menjadi anak yang berprestasi dan berbudi pekerti luhur.
Apa sih, kesuksesan itu ? Orang Jawa bilang, Tidurlah yang senyenyak-nyenyaknya, makanlah senikmat-nikmatnya. Pengertian/kalimat ini mengandung pengertian bahwa tidurlah senyenyak-nyenyaknya artinya "jangan tidur sebelum kantuk, karena tidur sebelum ngantuk itu menghasilkan tidur yang tidak optimal, tapi jika tidur itu sudah menjadi kebutuhan tubuh manusia untuk istirahat maka istirahatlah yang baik. "makanlah senikmat-nikmatnya mengandung pengertian bahwa orang sebelum lapar jangan makan, karena makan setelah kenyang tidak akan menghasilkan kenikmatan makan yang baik. Orang-orang jaman dahulu men-jarang-kan makan, alias banyak puasa. sehingga orang-orang jaman dahulu banyak yang sehat baik secara jasmani dan rohani. Eeee jadi nglantur kemana-mana.
Sebetulnya sukses itu kebutuhan anak atau kewajiban dari orang tua to ? Anak belum tahu apa yang akan dikerjakan untuk masa depanya, oleh karena itu kewajiban orang tua dan guru untuk mengarahkan membimbing dan mendidiknya sehingga menjadi manusia yang utuh. Sukses dijadikan kebutuhan bagi si anak sehingga dalam melaksanakan tugasnya anak tidak sekedar bermain-main terus.
Tugas orang tua untuk mendidik tersebut dari awal dia lahir sampai dewasa bahkan sampai mati. Oleh karena itu mendidik dengan cara agama adalah merupakan jawaban yang paling tepat, artinya anak harus mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan agama.
No comments:
Post a Comment